Pernik

Nikmatnya Mandai sebagai Teman Nasi

PALANGKARAYA, Pnet – Cempedak, atau disebut juga dengan Mangkahai dalam bahasa Dayak Ngaju adalah tanaman khas Asia Tenggara dan termasuk dalam famili Moraceae. Buah ini biasanya tumbuh di hutan hujan dataran rendah yang diselingi dengan musim yang tidak terlalu kering serta lahan permukaan air tanah dangkal dan kadang tergenang banjir seperti rawa-rawa.

Kondisi lahan seperti ini banyak dijumpai di pulau Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. Itulah sebabnya, sangat susah sekali menemukan buah cempedak di pulau Jawa. Kecuali untuk beberapa tempat seperti di daerah Jawa Barat. Namun, jika ingin mengetahui seperti apa rasanya, dapat digantikan dengan kulit nangka yang telah masak, walaupun rasanya kalah gurih dibandingkan kulit cempedak.

Mandai, adalah sebutan dalam bahasa Banjar (Banjarmasin) untuk olahan kulit cempedak yang telah dikupas bagian luarnya sehingga menyisakan bagian daging kulitnya yang berwarna putih, kuning kecoklatan. Setelah itu direndam dengan air dan penyedap rasa untuk beberapa saat. Terkadang, oleh sebagian masyarakat, mandai biasanya direndam hingga 1 bulan menggunakan air masak dan diletakkan ke dalam toples.

Hampir semua masyarakat di kalimantan mengenal mandai. Di Palangka Raya, tempat orang menjual mandai selalu diserbu oleh pembeli. Untuk saat ini, mandai dijual sebesar Rp. 20.000,- per kilogramnya. Sedangkan buah cempedak biasanya didatangkan dari dari sekitar Palangka Raya seperti Basarang dan Kasongan. Bahkan, didatangkan dari Kalimantan Barat.

Setelah direndam dan akan di goreng, mandai atau kulit cempedak tadi ditiriskan terlebih dahulu hingga kadar airnya berkurang. Setelah itu baru digoreng hingga berwarna kecoklatan dan mengeluarkan bau harum. Kemudian jika sudah terlihat masak, angkat mandai lalu sajikan dalam keadaan hangat sebagai lauk pauk ditemani dengan es jeruk dan sambal kesukaan. (MJ/News)

Komentar Anda
Share via
Copy link
Powered by Social Snap