Bagikan ke:

ITALIA, PNET – Sekelompok peneliti Italia, menguji asam lemak omega-3 plyunsaturated (PUFA) yang biasanya terdapat pada minyak ikan. Lebih dari 7.000 orang dimasukkan dalam subyek penelitian, dimana mereka didiagnosa mengalami gejala gagal jantung, dimana jatung mengalami pembesaran dan kehilangan kemampuan efektif memompa darah ke seluruh tubuh. Mereka diteliti selama 4 tahun.

Separuh dari mereka diberikan omega-3 setiap hari, sedang sisanya tidak. “Studi kami menunjukkan bahwa 1g per hari asam lemak omega-3 tak jenuh ganda dalam jangka panjang efektif dalam mengurangi pasien rumah sakit karena alasan jantung,” kata Profesor Luigi Tavazzi dari pusat penelitian asosiasi ahli jantung rumah sakit Italia (ANMCO) yang berbasis di Florence.

“Penelitian ini merupakan kepastian bukti yang kami miliki tentang minyak ikan,” kata Dr Douglas Weaver, presiden dari American College of Cardiology. Dia merekomendasikan pasien jantung untuk mengambil suplemen atau makanan yang mengandung banyak ikan. “Ini adalah solusi berteknologi rendah dan dapat membantu semua pasien dengan masalah kardiovaskular,” katanya.

Namun, dalam jurnal kesehatan, Dr Gregg Fonarow, profesor kedokteran kardiovaskular di Universitas California, Los Angeles, mengatakan hasil uji coba positif tersebut tidak berarti orang-orang dengan gagal jantung boleh mengkonsumsi suplemen minyak ikan sendiri. “Mereka menggunakan formulasi yang spesifik, formulasi resep. Gagal jantung adalah kondisi yang sangat berisiko tinggi. Sangat penting bagi pasien, apakah itu adalah obat resep atau modifikasi diet atau suplemen, bahwa mereka tetap harus berkonsultasi dengan dokter mereka, “katanya.

Organisasi kesehatan masyarakat di AS merekomendasikan makan ikan dua kali seminggu. Ikan berminyak, seperti salmon, makarel, herring, sarden, tuna dan ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Tetapi, ikan tidak satu-satunya sumber. Anda juga harus mempertimbangkan makanan laut lainnya, seperti tiram , udang, moluska dan kepiting. Juga sayuran, seperti bayam, brokoli, dan kembang kol. (MJ/healthnews.com)

Bagikan ke:

Share via
Copy link
Powered by Social Snap