Kamis, 24 Juli 2014 11:14

Entertainment

Kilat, Antara Musik dan Fashion

Senin, 15 Agustus 2011 | 2 komentar
Share :
Salah satu produk SaveRocket Dayak Clothing.

Salah satu produk SaveRocket Dayak Clothing. (Photo: Dok. Pribadi)

PALANGKARAYA, Pnet – Jika Anda di kota Palangka Raya dan sekitarnya, apalagi bagi kalangan kaum muda, pasti sering mendengar tentang merk distro clothing “SaveRocket”. Dengan 2 outlet di lantai dasar Palangka Raya Mall (Palma) dan di bandar udara Tjilik Riwut serta 1 production house, SaveRocket kependekan dari SaveRocket Dayak Clothing (Kaos Dayak SaveRocket) ini juga bahkan menarik pembeli dari Malaysia.

Diawali pada tahun 2007, Kilat “Ijul” K. mantan gitaris dari Borneo Band dan Staccato Band ini, bersama dengan Arie mantan pemain bass salah satu band di kota Palangka Raya, mempunyai ide untuk membuat kaos distro untuk band-band yang berada di kota Palangka Raya.

Perlu diketahui, salah satu mantan gitaris Staccato Band lainnya, Benny, saat ini adalah gitaris Winner Band, sedangkan Rio keyboardis Winner pernah jadi satu band dengan Arie dalam waktu cukup lama di Callista Band.

Setelah mengambil kursus beberapa waktu di Bandung, Kilat sebagai pemodal awal bersama Arie memberanikan diri untuk memproduksi sendiri kaos distro dengan nama SaveRocket. SaveRocket sendiri diambil dari nama anak Kilat yang bernama Savero dengan diberi imbuhan “cket”, sehingga lengkaplah menjadi SaveRocket. Setelah itu kemudian belakangan bergabung Hezki, Robert dan Sigit, yang kesemuanya juga mantan pemain musik di beberapa band lokal.

Kilat "Ijul" K. bersama Joe Saint Loco.

Kilat "Ijul" K. bersama Joe Saint Loco. (Photo: Dok. Pribadi)

Dalam perjalanannya, kalimat gagal adalah teman hidup bagi Kilat dan kawan-kawan sehari-hari. Bahan pewarna yang mahal hingga bahan kaos dan kualitas cetak yang buruk selalu menghantui. Sempat belajar kembali dengan penyablon lokal. Akhirnya lebih banyak fokus kepada bentuk dan gambar desain bermotif Dayak. Hampir setahun hal ini dialami oleh mereka. Sampai satu persatu dan perlahan Arie, Hezki, Robert dan Sigit akhirnya mengundurkan diri.

Kilat yang merasa sudah terlanjur basah ini pun kembali mencoba peruntungan pada tahun 2008 dengan menyewa lantai dasar Palma untuk sehari, tentunya dengan desain baru distro bermotif Dayak. Ternyata responnya cukup positif. “Ada 16 lembar kaos yang terjual waktu itu,” katanya dengan mata berbinar-binar. Hal inilah yang menjadikannya yakin akan masa depan distro clothing ditengah runtuhnya booming kaos distro kala itu. Dengan perbaikan kualitas dan kemasan dari waktu ke waktu, menjadikan “Kaos Dayak SaveRocket” layak disejajarkan dengan kaos Dagadu dari Yogyakarta dan Joger yang berasal Bali.

Ditanya lebih lanjut bagaimana sistem pemasarannya, Kilat yang juga pemilik SaveRock Music Recording Studio mengatakan bahwa saat ini SaveRocket, selain metode konvensional juga mengandalkan jejaring sosial dan email. “Sekarang pelanggan kita ada hampir di seluruh Indonesia, Jakarta, Surabaya, Aceh, bahkan dari Malaysia. Untuk pengiriman ke Malaysia memang ongkos kirimnya cukup mahal.”

“Paling tidak minimal dalam satu bulan 600 lembar kaos distro habis terjual ke seluruh Indonesia, terkadang lebih. Intinya kita harus tekun dan terus berusaha,jangan menyerah,” imbuhnya bersemangat. Manajemen SaveRocket sendiri saat ini mempekerjakan beberapa orang karyawan yang kesemuanya anak-anak muda Palangka Raya yang berbakat.

Kini, Kilat mengembangkan sayap usahanya dengan membuka bengkel gitar di tempat yang sama dengan production house “Kaos Dayak SaveRocket”. Mengusung nama¬† “SaveRock Guitar”, dan menyewa tenaga ahli dari Sukabumi serta dilengkapi peralatan workshop, SaveRock mengeluarkan beberapa produk efek gitar dan custom gitar pada tahun 2011 ini juga. “Saat ini merk dagang SaveRock sedang didaftarkan di Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan),” katanya menutup pembicaraan. (MJ)

2 Komentar

  1. makekaos.com

    keren desain kaos Dayak Borneonya :)

  2. Guntur

    Nah.. Begini nih usaha yg bagus buat baca prediksi ke depan.. Gak mampu jd gitaris Go Internasional.. Langsung jd pedagang

Komentar Anda

Ketentuan :

Pembaca dapat mengirimkan komentar. Isi komentar diluar tanggung jawab pihak manajemen dan jurnalis PalangkaRaya.net dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Tidak diperkenankan mengisi komentar tidak etis, kasar, fitnah, merusak atau berbau SARA. Setiap komentar yang masuk akan melalui moderasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan.

Pihak manajemen PalangkaRaya.net berhak untuk tidak menayangkan komentar, menghapus komentar, memberi peringatan dan atau memblokir akses bagi pengirim komentar yang melanggar ketentuan ini.


dua × = 16